Khutbah Jum’at: Teladan dalam Berjihad

0
114
Pesantren Jember
Pesantren Jember

Oleh Al-Ustadz Dedi Darmawan

 

إِنَّ الحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَسْتَهْدِي وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ, لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقَى وَ الْوَفَى. أَمَّا بَعْدُ    

فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فازَ مَنِ اتَّقَى

فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وقال ايضا يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُواْ اللهَ وَقُوْلُواْ قَوْلًا سَدِيْدًا, يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ, فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Ma’asyiral  muslimin jamaah sidang jumat rahimakumullah,

Pada kesempatan ini, dimana kita masih diberi kenikmatan yang terus mengiringi tarikan nafas, sudah menjadi keniscayaan untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang tak bisa diukur satu-persatunya. Di antara nikmat yang kita rasakan tanpa ikut berjuang meraihnya adalah nikmat kemerdekaan di negri tercinta, kesatuan Republik Indonesia. Kemerdekaan menjadi sebab kita bisa beraktivitas dan beribadah dengan tenang dan khusyuk. Kemerdekaan menjadikan kita jauh dari rasa takut sehingga menjadikan roda kehidupan jauh lebih baik. Nikmat kemerdekaan ini merupakan buah manis dari perjuangan orangtua, pejuang dan para pendahulu kita termasuk didalamnya berkat perjuangan ulama santri. Mereka adalah elemen yang tidak bisa terpisahkan dari sejarah merdekanya Indonesia darj belenggu penjajahan. Oleh karena itu, sangat tepat sekali pemerintah memberi penghargaan sekaligus menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri Nasional. Sebuah bukti pengakuan pemerintah atas perjuangan para santri dan ulama pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan kebangsaan Indonesia. Penetapan hari santri keputusan presiden (KEPPRES) nomor 22 tahun 2015 berdasar sejarah saat NICA (Netherlands Indies Civil Administration) membonceng tentara Sekutu (Inggris) hendak kembali menduduki Indonesia dalam Agresi Militer Belanda II pasca kekalahan Jepang dan Sekutu. Sejarah ini penting kita ketahui untuk menjadi bagian rasa syukur kita kepada Allah. Jangan sampai kita melupakan sejarah hingga kita tidak bisa bersyukur. Allah telah mengingatkan bahwa jika kita bersyukur, maka nikmat akan ditambah. Sebaliknya, jika kita tidak pandai bersyukur maka kita tinggal menunggu azab-Nya yang pedih. Artinya jangan sampai kita lupa sejarah, sehingga kenikmatan kemerdekaan ini akan dihilangkan dari negri Kita  tercinta, naudzubillah min dzalik. 

Sekali lagi kita harus ingat ayat Al-Quran yang melandasi prinsip syukur dalam surat Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Kita perlu ingat bahwa proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 bukanlah akhir dari perjuangan bangsa Indonesia. Dalam menjaga kemerdekaan tersebut, para ulama dan santri sudah menyiapkan diri jika ada pihak-pihak yang akan merebutnya kembali. Nyatanya hal itu terjadi karena Indonesia menghadapi agresi Belanda II. Di saat itulah para pemuda Indonesia melalui Laskar Hizbullah, dan lainnya sudah siap mengahadapi perang dengan tentara Sekutu. Pertempuran mencapai puncaknya di Surabaya pada tanggal 10 November 1945 yang saat ini diresmikan menjadi hari Pahlawan Nasional. Bukan hanya di Jawa Timur saja, di berbagai daerah juga dilakukan perlawanan oleh para santri terhadap penjajah seperti masyarakat di Semarang yang mengadakan perlawanan ketika tentara sekutu memasuki ibukota Jawa Tengah. 

Ma’asyiral  muslimin jamaah sholat jumat rahimakumullah,

Dari proses perjuangan inilah, akhirnya Allah memberikan kemudahan kepada bangsa Indonesia untuk kembali meraih kemerdekaan. Masa-masa sulit yang dihadapi berganti dengan kemudahan. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam surat As-Syarh ayat 5 dan 6.

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا, إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Kemudahan dan kenikmatan yang sudah ada dalam genggaman tangan kita harus benar-benar kita pegang kuat dengan salah satunya meningkatkan kecintaan kita kepada tanah air. Kecintaan kepada tanah air dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, juz III, halaman 23:

حَدَّثَنَا قَتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا، إِسْمَاعِيْلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَاللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ انَّبِيَّ صَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سلم، كانت إِذَا قَدِمَ من سَفَرٍ، فَنَظَرَ إلى جُدُرَاتِ المَدِيْنَةِ،  أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَ إنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَكَهَ من حُبِّهَا 

Ketika Rasulullah datang dari bepergian, beliau mempercepat jalannya kendaraan yang ditunggangi setelah melihat dinding kota Madinah. Bahkam beliau sampai menggerak-gerakkan binatang yang dikendarai nya tersebut. Semua itu dilakukan sebagai bentuk kecintaan beliau terhadap tanah airnya. (HR. Bukhari) 

Oleh karena itu, pada kesempatan mulia ini, mari kita senantiasa berterimakasih kepada para ulama dan santri yang telah menjadi syuhada dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Mari teladani perjuangan mereka yang terbukti dalam sejarah menajdi bagian penting dalam mengobarkan semangay berjuang mengusir penjajah dari negri Indonesia. Jasa mereka menjadikan bangsa Indonesia menikmati manis dan nikmatnya udara merdeka sehingga bisa beraktivitas dan beribadah dengan nyaman dan khusyuk. 

Allah berfirman dalam surat Luqman ayat 12:

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗوَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, ”Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ  العَظِيْمِ وَ نَفَعَنِي وَ إِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذِّكْرِ الحَكِيْمِ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَ أَسْتَغْفِرُاللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 

الحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ 

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

وقال تعالى إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وعن بقية الصحابة التابعين وتابعي التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين وارض عنا معهم برحمتك يا ارحم الراحمين.

اَللَّهُمَ اغْفِرْ للِْمُؤْمِنِيْنَ وَلِلْمُؤْمِناَتِ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَلِلْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءُ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ

اللهُمَّ أعزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وأَذِلَّ الـشِّـرْكَ والمُـشـْرِكِين وَانْصُرْ عِبَادَكَ المخلصين وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ المسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ اَعْدَاء الدين وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اللَّهُمَ ادْفَعْ عَنَّا البَلاَءَ وَالوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالمِحَنِ وَسُوْءَ الفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً وَسَائرِ البُلْدَانِ عَامَّةً يَا رَبَ العَا لَمِينَ

اللّهُمَ اِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، وَالجُنُونِ، وَالجُذَامِ، وَسَيِّيءِ الأَسْقَامِ

بِسْمِ اللّٰه الَّذى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْىءٌ فِى الاَرٍضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّميْعُ العَلِيْمُ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

(Dgd/Qr

Informasi Pendaftaran Santri Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember
Informasi Pendaftaran Santri Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini