KH. Izzat Fahd, M.Pd.I: “Jangan Sampai Hanya Memahami Pesantren dari Satu Sisi Saja”

0
672
Pesantren Baitul Arqom Jember
Pesantren Baitul Arqom Jember

Balung – Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung menyelenggarakan kegiatan pekan perkenalan bagi seluruh santri dan santriwati atau yang biasa disebut dengan Khutbatul Arsy. Agenda ini berlangsung selama tiga hari dan bertempat di gedung KH. Masykur Abdul Mu’id, LML (1-3/08/23). 

Bapak Pimpinan Pondok, al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I dalam pidatonya menyampaikan bahwa Khutbatul Arsy ini merupakan kegiatan yang menunjukkan Izzul Ma’had yang menjabarkan kekuatan pesantren itu sendiri. Karena itu, setiap momentum pidato-pidato dalam Khutbatul Arsy  di dalamnya terdapat kebijakan, informasi,  pengetahuan,  atau yang mungkin belum kita tahu sebelumnya.

Jangan sampai kita memahami Pesantren hanya satu sisi saja. Pemahaman yang kurang lengkap, menjadikan kita musuh atas apa yang kita ketahui. Karena itu memahamkan, mengenalkan, dan memberi pengertian pada santri khususnya santri baru tentang Pesantren, dan kehidupan didalamnya menjadi bagian penting dalam kegiatan Khutbatul Arsy,” terang beliau. 

“Ada banyak pengertian Pesantren, salah satunya merupakan pendidikan yang bercorak asli keindonesiaan. Tujuan adanya Pesantren untuk apa? Untuk menyemai akhlakul karimah, serta memegang teguh ajaran Islam rahmatan lil alamin. Kalau ada Pesantren yang tidak mengajarkan nilai-nilai keislaman merupakan pertanyaan besar, apakah ini Pesantren asli atau palsu. Kalau ada Pesantren yang tidak mengajarkan nilai-nilai keluhuran dalam bentuk akhlakul karimah, baik itu sikap rendah hati, toleransi, atau yang lain, maka Pesantren tersebut perlu dipertanyakan,” imbuh beliau. Maka, makna istilah Pesantren tidak bisa disamakan dengan Boarding School  yang mengambil filosofi dari asrama-asrama di Barat.

Baca Juga :  Ujian Dengan Berdzikir

Pesantren ini memiliki tiga komponen yang menjadi perhatian bersama. Pertama, Pesantren memfokuskan pada bidang pendidikan. Kedua, Pesantren berfungsi sebagai dakwah, walaupun sebenarnya antara pendidikan dan dakwah itu sama maknanya. Disebut dakwah karena sejatinya ketika kita melakukan tugas pendidikan dan pembinaan artinya kita sedang melakukan dakwah. Ketiga, Pesantren berfungsi sebagai pemberdayaan masyarakat,” pungkas beliau. (Az/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here