Junjung Tinggi Tajul Ma’had dengan Sarana Komunikasi Santriwati

0
447

Balung“Apa yang didengar dilihat dan dirasakan semuanya di pondok ini adalah semata-mata mengandung nilai-nilai pendidikan”. Nasehat inilah yang terus menerus menjadi pengingat kami akan pendidikan selama 24 jam di Pondok Pesantren Baitul Arqom ini. Banyak sekali ajaran-ajaran tentang kedisiplinan dan hidup teratur yang harus diterapkan santri maupun santriwatinya. Dimana dalam membentuk rasa disiplin itu harus timbul dari kesadaran dalam diri sendiri agar siap menghadapi segala peraturan yang ada. Oleh karena itu, salah satu macam kedisiplinan yang menjadi prioritas dalam keseharian di pondok ialah mengenai kewajiban untuk menggunakan dua jenis bahasa, yaitu bahasa Arab dan Inggris sebagai sarana komunikasi di dalam pondok. Mungkin awalnya memang terasa sulit dan berat dalam pemakaian bahasa asing ini, akan tetapi untuk mengantisipasi masalah yang sering kali menjadi problem ini, tentunya sudah disusun sebuah konsep untuk mempermudah aplikasi bahasa tersebut dengan cara para santriwati selalu dibekali 2 kosa kata yang wajib dihafalkan setiap pagi usai solat shubuh.

Perlu diketahui bahwa kedudukan bahasa di dalam pondok ini adalah sebagai Tajul Ma’had  (Mahkota pondok) yang mana letak serta peranannya begitu penting untuk dijunjung tinggi. Maka dari itu apabila ada yang melakukan pelanggaran pastinya akan mendapat hukuman dari mahkamah bahasa sesuai dengan tingkatan pelanggaran yang dilakukannya karena dianggap Broke language (Perusak Bahasa). Dengan demikian, kami berharap agar seluruh civitas mampu tertib dan patuh memakai bahasa yang sudah termasuk bahasa internasional dan untuk mempermudah dalam mempelajari pelajaran sekolah yang secara dominan sudah memakai bahasa arab dan inggris. hlm

Comments